KARISMA & SPIRITUALITAS

SPIRITUALITAS VINSENSIAN DALAM KONGREGASI


Karya apostolik Kongregasi merupakan bentuk nyata dari pengejawantahan Spiritualitas Vinsensian yang dihidupi oleh pendiri. Keutamaan-keutamaan Vinsensius yang dihidupi oleh P.J Triest antara lain kesederhanaan, kerendahan hati, kesabaran, cinta kasih dan keimanan. Kelima keutamaan itu yang menjadi dasar bagi karya cinta kasih. Cinta P.J Triest yang dikembangkan dalam hidupnya sangatlah sejajar antara cinta bagi Tuhan yang bersifat vertikal dan cinta bagi sesama yang bersifat horizontal. salah satu diantaranya adalah sikap cinta kasih yang diutamakan untuk kaum lemah miskin masih terus dikembangkan.

P. J. Triest semasa hidupnya menekankan kerendahan hati. Kerendahan hati mengantar manusia untuk semakin dekat akan kemiripannya dengan Yesus. Kerendahan hati Yesus tampak dalam seluruh hidup-Nya. Dia merendahkan diri sebagai hamba yang datang di dunia untuk melayani manusia.

Dewasa ini, Kongregasi melihat adanya kebutuhan-kebutuhan baru yang harus ditanggapi, adapun kebutuhan-kebutuhan baru tersebut misalnya pasien AIDS, gangguan kejiwaan, atau pecandu. Semangat cinta kasih yang merupakan warisan dari keutamaan-keutamaan Spiritualitas Vinsensian masih tetap dijunjung tinggi oleh para Bruder dalam karya apostolik. Kongregasi merasa perawatan dan pendidikan merupakan karya apostolik yang selaras dengan Spiritualitas Vinsensian.

Yesus sendirilah yang mengundang untuk menjadi pelayan-Nya, untuk meneruskan pembangunan persahabatan yang semakin dekat dalam doa dan mempengaruhi para murid untuk menjadi mirip dengan Dia. Pelayanan terhadap sesama didasarkan pada Spiritualitas Vinsensian berarti pelayanan yang diperuntukan bagi Yesus yang menderita. Hal ini sering disebut dengan istilah pelayanan Kristosentris.

Praktik dan kebiasaan Spiritualitas Vinsensian meneguhkan setiap pribadi yang menghidupinya. Buah-buahnya akan membekalinya dalam karya pelayanan. Kedua semangat ini merupakan nilai transenden yang dapat ditemukan kebenaran dasarnya dalam keutamaan Kristiani. Pelayanan terhadap kaum miskin merupakan panggilan kudus nan mulia. Melalui panggilan ini yang membebaskan setiap pribadi dari rasa cinta diri.